c.19

525 Words

Suara Adzan sudah berkumandang di ponsel Ikhsan. Ikhsan sengaja menyetel alarm waktu shubuh agar tidak kesiangan. Perbedaan waktu akan membuat kehidupan mereka perlu penyesuaian juga. Bulan berusaha keluar dari dekapan Ikhsan dan perlahan memindahkan tangan Ikhsan untuk tak lagi memluknya. Namun, Tangan Ikhsan sekeras batu dan sulit sekali di pindahkan karena berat. Seperti ada beban yang membuat tangan itu menjadi kaku dan sulit di gerakkan. "Mau kemana sih?" tanya Ikhsan lirih seperti orang menggumam dengan kedua mata masih terpejam menarik kembali tubuh mungil Bulan yang masih ada di dekapannya. "Eunghhh ... Sudah Shubuh, Sayang. waktunya sholat shubuh," ucap Bulan polos. "Iya nanti dulu. Kan saya gak harus ke Masjid. Cukup sholat di kamar mengimami kamu," bisik Ikhsan sambil menciu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD