c.20

698 Words

"Mau sholat," cicit Bulan dengan suara begitu lemah sekali. "Boleh. Tapi ... Ada syaratnya ... " ucap Ikhsan semakin mendekatkan tubuhnya pada Bulan. Kedua mata Bulan membola dan menatap tajam ke arah Ikhsan. "Ada sayaratnya? Syaratnya apa?!" tanya Bulan. "Cium," ucap Ikhsan tegas. "Cium? Hanya cium?" tanya Bulan memastikan. Ikhsan mengangguk pelan dan menjawab, "Iya. Hanya cium." "Oke." Dengan suara lantang Bulan mulai mencium Ikhsan. Bulan hanya mencium pipi kiri Ikhsan dengan cepat agar ia bisa terbebas dari kungkungan tubuh Ikhsan yang lama -lama terasa dingin berlama -lama di dalam kamar mandi. Ikhsan masih terdiam dan tak merubah posisinya sama sekali. Ciuman di pipi kiri Ikhsan sama seklai tak membuat Ikhsan melepaskan Bulan. "Awas dong," pinta bulan berusaha mendorong tubuh

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD