Dari kejauhan, Aksara melihat Aruna yang sabar menghadapi sang Ibu. Aruna juga menyuapi sang Ibu dengan telaten sekali. Nasi goreng buatan Aruna dimakan habis tak bersisa. Mereka seolah sedang mengobrol dan tertawa bersama. Baru kali ini, Aksara melihat ibunya kembali tertawa dan suka dengan seseorang. "Ibu Jeni sebenarnya sudah lebih baik. Dia tidak stres, dia hanya butuh teman bicara. Dia hanay punya luka dan trauma saja," jelas seorang dokter yang datang menghampiri AKsara. Ia melihat Aksara merenung sedniri di pojok ruangan sambil mengamati ibunya dan teman perempuan yang ia bawa untuk menjenguk ibu kandungnya. Aksara menoleh ke arah dokter Prima dan tersenyum puas. Aksara langsung menyapa denagn ramah. "Dokter Prima ... Terima kasih sudah merawat Mama ..." ucap Aksara begitu sopa

