IBU MERTUA

1032 Words

Motor besar Aksara sudah menerobos angin di pagi hari saat mentari mulai naik ke atas. Rasanya sejuk bercampur hangat di tubuh. Ban besar menggelinding diatas aspal hitam yang kering. Jalanan pun masih sepi, belum banyak kendaraan yang lewat di jalan raya itu. Aruna pasrah duduk di jok belakang sambil melingkarkan tangannay di perut Aksara. Lama -lama, ia semakin nayman dan terbiasa dengan pelukan yang dianggap wajar. Aruna mengedarkan pandangan kedua matanya dan melihat ke arah pemandangan sawah hijau yang bergerak mengikuti arah angin. Awan putih di langit biru juga semakin terlihat sangat cantik. Ia kembali menatap ke arah depan. Motor itu melaju dengan sanagt kencang sekali. Tubuh Aruna pun meliuk mengikuti arah tubuh Aksara yang juga meliuk saat berbelok. Jujur, Aruna tidak tahu,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD