BAB 23

1251 Words

Keesokan harinya ketika Ayaka keluar dari kantor agennya, ia melihat William sudah duduk menunggunya di atas sepeda motor besar berwarna perak. William tersenyum lebar sambil mengulurkan helm kepadanya. “Ini sepeda motor Hyong. Dia meminjamkannya kepadaku hari ini. Ayo, naiklah.” Ayaka menatap William dan sepeda motor itu bergantian. “Kau harus tahu bahwa ini pertama kalinya aku naik sepeda motor,” katanya ragu. William mengenakan helmnya sendiri. “Benarkah? Kau sudah banyak mendapat pengalaman baru bersamaku, bukan?” tanya William ringan. “Dan hari ini kita akan mencari pengalaman baru lagi. Ayo, naiklah. Kau percaya padaku, bukan?” Ayaka menatapnya sesaat, lalu perlahan-lahan keraguan memudar dari matanya dan ia tersenyum. “Baiklah.” Seperti yang dijanjikan William, Ayaka mendapat b

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD