BAB 22

1356 Words

“Kalian sudah tahu besok adalah hari pertunjukan perdanaku, bukan?” tanya Jlie untuk kesekian kalinya hari ini. John mengadahkan wajah dengan gaya dramatis. “Kami tidak mungkin lupa, Alexa,” katanya dengan nada ditarik-tarik. “Demi Tuhan, kau terus mengingatkan kami setiap jam. Ada apa denganmu? Tenanglah sedikit.” Ayaka baru saja pulang ketika Alexa menariknya ke dapur, di sana John yang mengenakan piama sutra ungu sudah berdiri sambil memegang secangkir cokelat panas dan langsung melemparkan pertanyaan tadi. Alexa terlihat sangat bersemangat. Juga tegang. “Aku tidak bisa tenang,” kata Alexa sambil berjalan mondar-mandir di dapur mereka yang kecil. “Ini peran utamaku yang pertama. Pertunjukan ini harus berhasil. Harus! Kalau ini berhasil baik, maka kesempatan-kesempatan besar lain akan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD