Selama dua menit penuh setelah video itu berakhir, Ayaka masih duduk diam di depan laptop nya. ‘Aku menyadari sesuatu selama aku berada di sini. Aku rindu padamu.’ Kata-kata William masih terngiang-ngiang di telinganya. Dan kata-kata itu kini membuat seulas senyum kecil muncul di sudut bibirnya. Ia melirik ponsel yang tergeletak di meja. Setelah ragu sedetik, ia membulatkan tekad, meraih ponsel itu dan menekan nomor William. Kali ini William menjawab pada dering pertama dan suara yang kini disadari Ayaka sangat dirindukannya itu langsung bertanya, “Ayaka?” “Mmm,” gumam Ayaka. “Ini aku.” Ayaka bisa mendengar William mengembuskan napas dengan perlahan. “Apakah kau menikmati acara jalan-jalan kita?” Ayaka tersenyum. “Bagaimana kau bisa tahu aku sudah melihat videonya?” “Aku punya inf

