BAB 17

1879 Words

Jantung Ayaka masih berdebar kencang. Seluruh tubuhnya terasa dingin dan kaku. Selama sesaat ia dilanda kepanikan yang membuatnya mati rasa. Matanya terbelalak menatap sosok di hadapannya. Namun perlahan-lahan sosok kabur itu semakin jelas. Lalu ia melihat William. William Park. Yang berdiri di depannya adalah William Park. “Ini aku.” Ayaka mendengar kata-kata yang diucapkan dengan perlahan itu. Ia mengerjap satu kali, dua kali, lalu mendengar kata-kata itu lagi. Kali ini lebih jelas. “Ini aku.” Sedetik kemudian Ayaka mulai menyadari apa yang terjadi dan di mana dirinya berada saat itu. Ia menatap William yang berdiri di hadapannya dengan wajah cemas dan alis berkerut samar. Lalu ia menyadari bahwa sikapnya yang berlebihan mungkin membuat William heran. Ayaka menjilat bibirnya yang keri

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD