BAB 16

1089 Words

Hari sudah menjelang sore ketika William terbangun. Kepalanya masih terasa berat, tetapi tidak lagi berputar seperti sebelumnya. Ia duduk perlahan di tepi tempat tidur, mencoba merasakan apakah tubuhnya lebih baik. Saat berdiri, ia mendapati kakinya mampu menopang tubuhnya dengan lebih stabil. Ia meraba keningnya, memastikan suhu tubuhnya. Rasanya sudah turun. Itu pertanda baik. Ia ingin segera pulih, karena ia benci merasa tidak berdaya. William melangkah pelan, berniat keluar kamar. Rasa lelah masih ada, tetapi tidak seburuk tadi pagi. Ia baru hendak mencapai pintu ketika ponselnya berdering di atas meja kecil. Ia menoleh, lalu mengambilnya. Begitu melihat nama yang muncul di layar, seulas senyum tipis terbentuk di wajahnya. Ada rasa lega sekaligus hangat yang muncul. Ia menekan tombol

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD