BAB 12

1405 Words

William sedang mengedit gambar bersama salah seorang editor ketika ponselnya berbunyi. Ia menatap layar ponselnya. Dari kakaknya? William keluar dari ruangan untuk menerima telepon. “Hai, Noona,” sapanya pendek. “Hei, Hyun-Sik. Kuharap aku tidak mengganggumu,” suara Bianca Park yang halus terdengar di ujung sana. “Tidak. Tidak apa-apa,” sahut William sambil keluar ke koridor dan menutup pintu di belakangnya. “Ada apa?” “Sudah beberapa hari ini aku bermaksud meneleponmu, tapi entah kenapa aku lupa,” kata Bianca. “Ini soal Ibu dan ambisinya.” William duduk di salah satu bangku yang berderet di koridor dan tersenyum kecil. Ia bisa menebak arah pembicaraan kakaknya. “Ibu dan ambisinya,” ulangnya pelan. “Ya. Minggu lalu Ibu pergi menghadiri pesta—jangan tanyakan padaku pesta apa. Aku t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD