BAB 32

1997 Words

Seoul, Korea Selatan, Dua tahun kemudian Matahari bersinar cerah dan langit terlihat biru ketika William mengendarai mobil keluar dari gedung apartemennya. Musim semi benar-benar sudah tiba. Sejenak William termenung. Musim semi sudah tiba lagi dan itu berarti sudah dua tahun berlalu sejak terakhir kali ia bertemu dengan Ayaka. Sejak terakhir kali ia berbicara dengan Ayaka. Sejak Ayaka meninggalkannya. Dering ponsel membuyarkan lamunannya. Ia melirik ponselnya dan memasang earphone ke telinga. “Ya, Noona Ada apa?” “Hyun-Sik, aku butuh bantuanmu,” kata Bianca Park tanpa basa-basi. Alis William terangkat heran. “Bantuan apa?” “Aku ingin kau menjadi model untuk iklan koleksi pakaian musim panasku,” kata kakaknya cepat. “Aku tahu, aku tahu ... Sekarang ini kau pasti sangat sibuk dengan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD