William menyandarkan punggung ke sandaran bangku taman dan mendongakkan wajahnya ke arah langit London yang cerah. Mengherankan sekali. Cuaca di London selalu bertentangan dengan suasana hatinya. William mengembuskan napas dan menundukkan kepalanya kembali. Sudah beberapa hari berlalu sejak ia terakhir kali bertemu dengan Ayaka. Ia juga tidak berusaha menemui gadis itu. Ia tahu Ayaka butuh waktu untuk menenangkan diri dan berpikir. William juga begitu. Namun sampai sekarang ia tidak berhasil menyingkirkan perasaan bersalah dari dalam hatinya. Ia juga tidak berhasil mengusir bayangan Ayaka dari benaknya, terutama ketika Ayaka berkata bahwa ia selalu teringat pada orang yang telah menyakitinya setiap kali melihat William. Kenyataan itu membuat William frustrasi. Ia pernah berjanji pada dir

