BAB 30

1262 Words

“Jadi kemarin kau tidak mengantar William ke bandara?” tanya Alexa sambil mengangkat kedua kaki ke atas kursi dan menyesap kopi paginya. Ayaka mengaduk-aduk tehnya dan mendesah. “Dia tidak mengizinkan aku mengantarnya ke bandara.” “Dia pasti takut kau menangis meraung-raung di bandara,” komentar John sambil menunduk dan mengeluarkan roti dari oven. “Laki-laki seperti William tidak suka menjadi pusat tontonan.” Ayaka mendengus. “Kan lupa dia seorang model? Dia sudah terbiasa menjadi pusat tontonan. Dan apa maksudmu dengan aku yang menangis meraung-raung?” “Mungkin kau memang bukan tipe orang yang menangis meraung-raung,” koreksi John dan memindahkan roti-roti dalam loyang ke piring besar. “Kau tipe orang yang langsung menutup diri dan tenggelam dalam kesedihan sendiri.” Ayaka menyesap

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD