"Astaghfirullaah, Kak! Gue blom mau mati!" seru Ara terkejut. Untung safety belt nya sudah terpasang dengan benar. Syukurlah jalanan malam itu sepi, tidak ada kendaraan lain di belakang mobil Samudra sehingga tak terjadi kecelakaan beruntun. "Lo kenapa hari ini, Ra? Aneh banget tau gak?" Samudra menatap Ara kesal, alih-alih senang. "Tadi banyak ngelamun, sekarang bicara enggak ada ujung pangkal," Samudra melanjutkan laju mobilnya menuju rumah Ara. Samudra menghela nafas pelan, menyabarkan diri. "Kita bicara setelah sampai dirumah ya. Lo harus ceritain semua yang mengganggu pikiran lo hari ini!" Samudra membelai lembut kepala Ara yang sudah kembali diam sambil memandang lampu-lampu di sepanjang pinggiran jalan. --- "Aku ganti baju dulu Kak, gerah!" "Hmm ...." Samudra menghempaskan b

