Madeline masih terdiam, memikirkan kata-kata Keandre. Ada keheningan di antara mereka, hanya suara angin yang meniup lembut dari luar jendela teras. Madeline mencoba menata kembali pikirannya, berusaha meraba perasaannya sendiri. Kata-kata Keandre membuka pemikirannya mengenai sikap Daniel, semua kebaikannya, perhatiannya bahkan kehadirannya yang seringkali penuh kejutan, "Aku tidak tahu, Keandre..." Madeline akhirnya bersuara pelan, nyaris seperti berbisik. "Aku selalu merasa Daniel dan aku... ya, hanya sebatas teman. Aku tidak pernah berpikir lebih dari itu. Lagipula, dia kan juga punya kehidupan sendiri." Keandre tersenyum tipis, matanya berkilat penuh arti. Dia dan Madeline sebagai saudara kembar memiliki kedekatan istimewa. Apa yang Madeline rasakan, secara menghenrankan seringk