Carla Ellis berjalan mondar-mandir di dalam apartemen temannya, Mela, dengan raut wajah penuh frustrasi. Dia tidak bisa menutupi kegelisahannya setelah mendapat kabar dari detektif yang dia sewa. Ini tidak seperti yang dia harapkan. Di tangannya, ponsel terus bergetar, menandakan pesan baru masuk, tapi pikirannya hanya fokus pada satu hal—di mana sebenarnya Madeline berada? “Kau yakin mereka tidak melihatnya sama sekali?” tanya Carla dengan suara penuh kekesalan saat menerima panggilan dari detektifnya. “Ya, Nona Ellis,” jawab suara di telepon. “Kami sudah berjaga selama dua hari penuh di depan apartemen yang Anda minta, dan kami belum melihat tanda-tanda kehadiran Madeline Seana.” Carla menghentikan langkahnya, tangannya terkepal di samping tubuhnya. “Itu mustahil! Madeline pasti ting