Bab 16. Adegan Melompat

1130 Words

BAB 16. Adegan Melompat “Atau apa? Apakah Bapak akan menggantikan aku dengan yang lain? Dengan senang hati.” Vania tersenyum manis, berharap besar bukan dirinya yang dikirim ke markas mafia itu. “Enak aja. Jangan mimpi! Justru aku akan menambahkan tugasmu, jika kamu masih saja membantah.” Komandan Eko bersedekap sambil melakukan eye contact kepada Vania. Gadis itu hanya bisa meluruhkan bahu karena kecewa. Waktu yang dinanti telah tiba. Angin laut dini hari menusuk kulit ketika kapal kecil itu menjauh dari dermaga. Suara mesin meraung rendah, terngiang di antara papan kayu yang lembap. Vania berdiri di geladak, rambutnya tergerai berantakan tertiup angin, gaun gelapnya menempel pada kulit karena embun. “Fokus,” ujar Komandan Eko dari belakang. Suaranya berat, jauh lebih dingin dibandi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD