Bab 18. Kisah Palsu. “Kamu bilang apa barusan?” Rafael terbelalak tidak percaya. “Kamu mau beritahu apa?” “Baiklah aku mengakui kalau tahu tentang inisial JS.” “Kau—” Rafael mengepalkan tangannya karena geram. Ia duduk membelakangi Elara, mengatur emosi yang ingin meledak. “Tapi aku gak tahu apakah ini orang yang sama?” Keheningan di kamar terasa tebal dan menekan, hanya diselingi bunyi pelan pendingin ruangan. Rafael masih duduk membelakangi Elara, akan tetapi setiap serat dalam tubuh Elara tahu bahwa pria itu sedang mendengarkan, dan menunggu. Elara memeluk lututnya, mencari kehangatan yang tidak diberikan oleh selimut tebal itu. Ia harus meyakinkan Rafael. Ia harus mengubah inisial JS dari potensi nama Ayahnya menjadi sesuatu yang kisah lain, sesuatu yang kotor dan menyedihkan d

