Bab 19. Penyusup

1051 Words

Bab 19. Penyusup. "Terserah kamu saja. Ya, aku senang kalau ternyata dia sudah meninggal. Tapi, kenapa kamu terus memaksa aku mengenal inisial JS yang menyerangmu tadi malam? Harus gitu sikapmu ke aku? Aku lelah Rafael." Elara terisak, air matanya kembali membanjiri wajahnya. Dia tidak tahu apa yang harus dipercaya, atau siapa yang harus ditakuti. Dunia yang selama ini dibangunnya dengan susah payah, hancur berkeping-keping di hadapannya. Jika itu benar inisial ayahnya. Hidupnya akan hancur. Namun, Elara masih berharap bukanlah sang Papa. Rafael terdiam, entah kenapa hatinya pun ikut pilu mendengar isakan Elara. Kata-kata gadis itu menghantamnya seperti gelombang, menyadarkannya dari amarah yang membutakan. Ia menyesal telah membentak, telah menuduh tanpa bukti. "Elara," bisiknya liri

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD