Bab 13. Perintah Tugas. “JS. Apakah Papa? Itu adalah logo perusahaan Papa. Gak. Gak mungkin. Inisial JS bukan hanya nama Papa di dunia ini.” Elara termenung. JS. Dua huruf yang membuat dirinya dilanda ketakutan dan rasa bingung. Belum lagi ketakutan yang lain, ketakutan akan rasa yang tidak harus tumbuh. Elara masih mengingat saat ia dipanggil atasannya seminggu yang lalu. *** “Mereka bilang, kalau kau terlalu lama memakai topeng, kau lupa wajah aslimu.” Vania Larasati duduk menghadap cermin. Ia tidak membalas ucapan atasannya. Pandangannya kosong, menembus bayangan dirinya yang kini bukan lagi miliknya. Vania yang asli adalah seorang perwira, tatapannya tegas dan berani. Namun, bayangan yang akan menjadi Elara ini harus menyimpan kelembutan yang mematikan. “Lima kali. Sudah lima

