Sudah jam dua siang saat Raka sampai di kantor bersama Mika. Gadis kecil itu begitu lincah mengikuti langkah ayahnya yang lebar. Citra memilih di rumah menyelesaikan pekerjaan rumahnya. Yudha dan Dina langsung masuk ke ruangan Raka mengikuti bos mereka begitu Raka muncul. “Hai Tante, Om,” sapa Mika ramah. Dia duduk di sofa sambil memainkan rubiknya. “Sorry ya. Mana aja yang urgent?” ucap Raka sambil mengambil penanya. “Sudah saya urutkan dari atas, Pak, sesuai skala prioritas.” “Sudah dicek semua atau perlu saya review?” tanya Raka sambil membubuhkan tanda tangannya di tumpukan kertas paling atas setelah membacanya. “Yang sebelah sini, Pak, yang perlu review dan acc Bapak.” “Gak harus sekarang kan yang itu?” “Enggak, Pak.” “Oke. Nanti saya panggil kalau ini sudah selesai.” Dina pa

