Bab 123: Gelap

1049 Words

“Ans?” Citra menangkup wajah anaknya dengan cemas begitu Ans memasuki rumah. Ans memeluk erat ibunya. Tempat ternyamannya di dunia selama ini. Tapi pikirannya yang tertuju pada ayahnya yang sedang dikeroyok orang jahat tetap menyisakan gelisah yang tak bisa ia padamkan begitu saja. “Papa mana? Papa pergi jemput kamu tadi. Kamu pulang sama siapa? Kok gak sama Papa?” Ans tersenyum mendengar berondongan pertanyaan dari ibunya itu. Dibawanya perempuan ayu nan lembut itu duduk di sofa ruang tamu yang sudah gelap karena Citra sudah mematikan lampunya tadi. Hanya ada berkas cahaya dari ruang tengah dan teras yang menerangi ruangan tempat ibu dan anak itu duduk. “Ans pulang sama anak buah Papa,” cerita Ans. “Anak buah Papa?” “Papa ternyata suruh orang jagain Ans dari jauh,” Ans melihat mata

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD