"Dia adiku!" Apa yang dikatakan Ishak bagaikan sebuah tamparan untuk Sekar. Dia lagi lagi tertipu oleh kebaikan orang lain. Perasaannya lagi lagi dipermainkan oleh seorang lelaki yang ia cinta. Saka, Adrian, dan terakhir ia begitu menghormatinya, mengaguminya, dan ..., Tamparan kuat menyapa pipinya Ishak. Mungkin kali ini Sekar tidak lagi akan mempercayai semua lelaki di dunia, kecuali Ayahnya. "Sekar ...," mengusap pipinya yang begitu terasa panas. Ishak tidak percaya kalau perempuan di depannya berani melakukan itu padanya. Begitu pun Saka, dia mematung melihat keberanian Sekar. Sedangkan Adrian, dia tentu saja tersenyum bahagia. "Dan pada akhirnya tidak akan ada yang Sekar pilih," racau Adrian, sebelah kakinya mulai mati rasa. "Sekar! dengerin aku dulu!" Ishak meraih tangannya Seka