42. Sebuah rahasia terbongkar.

1008 Words

Kembali kerja bersama Saka. Membuat Sekar tak henti hentinya harus menghela napas dalam. Pasalnya kedua orang tuanya Saka suka datang ke kantornya Saka. Dan membuat keduanya jadi kikuk. "Mamah seneng banget kalau kalian bisa deket seperti ini. Tinggal kapan nentuin hari baik kalian untuk menikah." ujar Mamahnya Saka. Membuat Sekar tersedak makan siangnya. Karena kebetulan saat ini ia sedang makan siang bersama kedua orang tuanya Saka. Lebih tepatnya, Mamahnya Saka membawa makan siang dari rumah. Saka yang mengerti dengan keadaan Sekar. Dia segera menepuk pelan pundaknya Sekar. Lalu mendekatkan air minum. "Minum dulu." ujar Saka pelan. Sekar menghela napas dan meminum air mineral itu. "Kamu kenapa sayang? pelan pelan ya?" Mamahnya Saka terlihat sangat khawatir. "Masakan mamah enggak ped

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD