Teriakan itu tidak ada artinya. Karena memang semuanya sudah di atur sedemikian rupa oleh Adrian. Juga mungkin termasuk telpon dari seorang suster itu. Sekar semakin merasa putus asa, ketika robekan baju bagian atas terdengar. Kancing kemejanya berhamburan. Dan Adrian mulai mendekatkan kembali wajahnya, yang tentu saja hendak menyampaikan hasratnya pada perempuan itu. Namun entah karena sudah dipikirkan Sekar, atau memang sebuah ide kebetulan yang ia pikirkan. Sebuah teriakan kuat dari mulut Adrian terdengar, ketika dengan begitu kuat. Sekar menabrakan kepalanya pada hidungnya Adrian. Lelaki itu terguling ke samping, mungkin karena kepalanya terasa pusing, bersamaan dengan darah keluar dari hidungnya. Belum sampai di situ, teriakan lainnya datang, kala Sekar memukul kepalanya Adrian, de