Dokter selesai memeriksa Evra. Untuk saat ini Evra masih cukup stabil. Tapi saran dari dokter sebaiknya Evra segera dibawa ke rumah sakit besar di kota agar dapat penanganan yang lebih baik dari rumah sakit dan dokter yang kompeten. Kondisi Evra tak bisa dijelaskan oleh dokter desa. Pikiran Ai berkecamuk. Pikirannya terbagi antara sang suami dan sang kakak. Tapi saat ini Ai lebih khawatir pada sang suami karena Evra tak biasanya seperti ini. Ada banyak hal yang ingin Ai tanyakan sebenarnya. Pada orang tuanya, pada kakaknya, dan pada Ale yang sepertinya tau banyak hal. “Ai, sebaiknya kita bawa Vian ke kota dulu. Bener kata dokter Eva, Vian butuh penanganan dari dokter spesialis beserta alat-alat medis yang lengkap di rumah sakit.” Umi berdiskusi dengan sang putri. “Umi benar, Ai.” Abi

