Dua hari kemudian. Kinan sudah bersiap untuk pulang. Selama dua hari ini ia sibuk mempersiapkan rapat besar yang akan di adakan di Bandung. Dua perusahaan raksasa itu akan melebur menjadi satu dan bekerja sama untuk mendapatka profit yang besar. "Kinan? Mama mau ketemu kamu?" ucap Bagas pelan. Setelah dua hari mereka saling diam tak mneyapa. Sikap dingin Bagas bermaksud untuk tidak mengganggu Kinan dalam berpikir, agar Kinan punya waktu untuk tenang berpikir menjawab pertanyaan Bagas yang berakhir kata YA. Kedua mata Kinan membola. Tatapannya lekat tepat pada kedua mata Bagas yang sudah berdiri di depan meja kerja Kinan sambil membawa tas laptopnya untuk segera pulang. "Bertemu Mamanya Pak Direktur? Gak salah? Dalam rangka apa?" tanya Kinan dengan jelas. Kinan pura - pura lupa denga

