PM -3-

4199 Words

Pukul sebelas malam, mereka pada akhirnya harus membelah jalanan. Menikmati udara dingin yang kian merasuki pori-pori kulit, ada hawa segar yang menenangkan. Sanders, Martha maupun Venzo. Mereka sibuk menyelami kebaikan alam.   "Mereka bilang katanya, malam yang panjang dengan gelap adalah sebuah kutukan yang amat menakutkan. Namun kali ini aku berpikir berbeda. Ada resah yang terangkat tanpa biaya oleh hawa sunyi dari keterasingan temaram yang membuat jiwa kembali bersih." Martha berkata-kata dengan desiran haru yang perlahan menumpahkan badai jiwanya melalui rintik yang selama ini dia  tahan.   Yah, dia menangis. Sanders tersenyum lega, selama ini tangisan Martha merupakan anugerah. Dia sudah beberapa kali memergoki Martha yang tampak kesakitan saat sulit menangis.   "Kadang orang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD