"Jika ada kata-kata yang salah dari Kakak tadi, maafin Kakak," ujar Martha tulus. "Kakak seharusnya tidak boleh berpikiran seperti itu, bukankah Kakak telah ada kalian. Slogan hidup Kakak untuk memanusiakan wanita dan orang-orang tak berdaya, kenapa sekarang harus mencari makna soal kehampaan yang ditutupi selamanya." Venzo menghela napasnya, dia kemudian mendekati Martha kembali. "Tidak ada yang perlu dimaafkan, kita hanya butuh saling memahami. Tadi Attariz ke sini, sampaikan salam ke Kakak. Dia tidak masuk, karena melihat Venzo ke taman." Martha mengerti maksud perkataan Venzo yang membuatnya tenang, "Ohh Attariz ke sini? Bantuin tugas," ucapnya. "Iya… " "Setelah Kakak pulih, Kita akan mengunjugi Kak Tander bukan?" Venzo sangat berhati-hati, dia sekarang

