Sanders balik ke dapur membawa perasaan sebongkah bahagia dan secuil luka. "Ibu anak laki-laki pertamamu menemukan jalan pulangnya sendiri, dia pulang ke pangkuan seseorang yang sama merindukan kepulangannya juga. Terima kasih," bisik Sanders pada diri. Venzo menemani Tander dan Martha di ruang tamu. Belum ada suara yang berbicara terlebih dulu, sampai Venzo yang menyeletuk, "Kak Martha sudah merencanakan sesuatu sejak kabur di rumah sakit kala itu?" Martha tak menjawab, dirinya menatap Tander yang sedang memperhatikan Venzo. "Emang kenapa?" tanya Tander. "Kenapa Kak Martha menodongkan pisau… " "Kakak akan mempertanggungjawabkan perasaan Kakak, Kak Tander berhak memilihnya, Kakak memanfaatkan dia untuk kepentingan Kakak, kepuasan Kakak atas menangnya kasus itu, tapi setelah semuany

