Chapter 19

1177 Words

Tetes demi tetes air mata itu tak pernah berhenti mengalir dari mata indah Amber bahkan hingga sang mentari menampakkan sinarnya dan burung-burung mengeluarkan kicauannya. Isak tangis yang ia keluarkan sejak semalam pun terdengar sangat menyayat hati bagi siapapun yang mendengarnya.    Wanita itu menangis semalaman tanpa henti di pintu apartemennya dengan tubuh gemetar ketakutan. Ia langsung terduduk di lantai saat pria itu pergi, bahkan untuk berjalan masuk ke dalam kamar pun ia tak sanggup. Yang bisa ia lakukan saat itu hanyalah duduk sembari memeluk kedua kakinya dan menangis sesendunya. Ya, sebesar itulah dampak yang pria itu berikan padanya.    Ia bahkan tak dapat menghitung berapa kali ponselnya berdering sejak semalam yang hanya ia abaikan begitu saja. Dan sekali lagi, ponselnya k

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD