Kak Adhikara: [Saya dinas ke luar kota hari ini, besok baru pulang. Kamu jangan ke mana-mana ya, PuDhi. Di rumah saja. Nanti saya telepon kalau sudah tidak sibuk.] Pesan itu Eshita terima tiga puluh menit yang lalu, lengkap dengan foto tiket pesawat tujuan Bali. Dua hari sebenarnya tidak lama, tetapi entah kenapa waktu terasa berjalan lambat. Mungkin karena terbiasa bertemu, membuatnya mulai uring-uringan saat harus ditinggal pria itu. Tak ingin hanya berbaring dan tenggelam dalam pikirannya sendiri, Eshita akhirnya bangkit. Ponsel dia selipkan di bawah bantal sebelum keluar kamar. Dia memutuskan membuat sesuatu—kebetulan oven yang dibelinya secara daring dengan uang Adhikara sudah sampai kemarin, tetapi belum sempat dibuka. Eshita memang memiliki minat besar pada baking. Andai terlahir

