17. Perayaan Kelulusan

2529 Words

Eshita duduk di ujung tempat tidur dengan punggung menempel pada dinding. Ponsel di tangan kanannya digenggam erat, sementara ibu jari tangan kirinya tergigit pelan—kebiasaan lama setiap rasa cemas datang. Kakinya mengetuk-ngetuk lantai, tak bisa diam. Ketika angka di layar berubah dari jam sembilan lewat lima puluh sembilan menjadi jam sepuluh kosong-kosong punggungnya refleks menegak. Jantungnya berdegup lebih cepat saat wali kelas mengirim tautan di grup chat. Tautan itu berisi pengumuman kelulusan sekaligus perintah untuk memasukkan NISN untuk melihat hasil. Jarinya gemetar saat mengekliknya. Bahkan ketika mengetik NISN, dia beberapa kali salah menekan angka hingga harus menghapus dan mengulang. Di sela ketegangan itu, pintu kamar terbuka pelan. Ibu masuk membawa segelas air putih.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD