Bab 4

745 Words
"Ini adalah Simon, kepala pelayan di rumah ini sedangkan disebelahnya Helen, kepala pengurus rumah tangga. Jika kamu membutuhkan sesuatu, kamu bisa memanggil mereka." Moxes Lee memperkenalkan mereka pada Charlotte Su. "Besok pagi jam 9 bersiaplah ke pencatatan sipil, kita akan membuat surat nikah. Jangan lupa bawa KK mu juga. Hari ini aku sangat sibuk, baik-baik di rumah. Semua keperluanmu sudah diurus oleh kepala pelayan." Sambil mengatakannya, Moxes Lee menyerahkan kartu hitam miliknya pada Charlotte Su dan mengatakan dia bebas untuk menggunakannya karena itu tanpa batas. Charlotte Su hanya mengangguk pasrah, tidak pernah terbayangkan dalam hidupnya, dia mendadak akan menikah dengan pria yang belum lama dikenalnya ini. Entah dia harus merasa senang atau sedih, karena hatinya masih memikirkan pemuda yang mengatakan akan menikahinya itu. Setelah berpikir seperti itu, kepalanya terasa sakit. Akhirnya dia kembali ke kamar untuk berbaring, dia hanya merasa begitu lelah dan ingin beristirahat. Moxes Lee yang telah tiba di kantor langsung memerintahkan Aldi Zhou "Periksa CCTV di klub malam itu, dengan siapa Charlotte Su pergi dan mengapa dia bisa sampai seperti itu" Aldi Zhou sang asisten pun tidak menunda untuk segera memeriksa hal yang telah diperintahkan oleh atasannya itu. Dalam waktu 1 jam, dia telah menemukan informasi yang dicari dan melaporkannya pada Moxes Lee. "Tuan, nona Charlotte Su saat itu pergi dengan seorang gadis bernama Elena Qing. Dari informasi yang saya dapat dia adalah teman dari nona Charlotte Su saat kuliah di luar negeri. Mereka kuliah di kampus yang sama dan di kelas yang sama. Dari rekaman yang tertangkap, dia menaruh sesuatu kedalam minuman nona Charlotte Su. Seperti yang diduga itu adalah obat perangsang. Saya masih belum tau apa tujuan dan motifnya melakukan hal tersebut." Wajah Moxes Lee dipenuhi oleh amarah "Tangkap dan bawa dia ke tempat biasa" perintah Moxes Lee dengan dingin. "Baik tuan muda" lalu Aldi Zhou menyuruh anak buahnya untuk membawa gadis itu ke sebuah villa terpencil dipinggiran kota. Moxes Lee bersama Aldi Zhou segera ke tempat itu untuk langsung menemui gadis tersebut. Disana Elena Qing duduk dan tangannya terikat di belakang kursi yang didudukinya. Sambil berteriak dan mengumpat, "lepaskan aku, b******n. Apa salahku hingga kalian menangkapku?!" Lalu seseorang melangkah masuk dan menendang perutnya dengan kejam. "Aahhh..." Elena Qing pun meringis kesakitan. Moxes Lee mendekatinya, lalu bertanya dengan dingin "Mengapa kau menaruh obat dalam minuman Charlotte Su?" Elena Qing hanya tertawa, "Hahahaha.. kau siapanya Charlotte Su hah? Apa kau simpanannya?" anak buah Moxes Lee yang mendengar itu lalu menampar wajahnya dan menjambak rambutnya kemudian mengarahkan wajahnya ke arah Moxes Lee. Moxes Lee hanya meliriknya sekilas dengan dingin dan mengatakan pada anak buahnya "Siksa dia sampai mengatakan semuanya, setelah itu jual dia ke tempat prostitusi! Elena Qing yang mendengarnya langsung menangis histeris dan memohon ampun padanya. pada akhirnya dia mengatakan tujuannya. "Saya hanya membencinya, dari kuliah sampai sekarang, dia mendapatkan hal baik. Dari mulai pekerjaan, bahkan orang yang saya suka pun menyukai dia. Itu yang membuat saya membencinya. Tolong lepaskan saya, saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi." Sayangnya Moxes Lee hanya menatapnya dengan dingin sambil meninggalkan tempat itu dan di ikuti oleh asistennya. Elena Qing yang melihatnya pergi hanya bisa berteriak histeris sambil memakinya, sampai suaranya menghilang di kejauhan. Moxes Lee pun melangkah meninggalkan tempat itu kemudian kembali ke Villa Phoenix miliknya. Moxes Lee masuk ke ruang kerja karena ada beberapa hal yang harus ia kerjakan. Di villa, Charlotte Su yang sudah bangun dari tidurnya merasa sangat risih karena orang-orang melayaninya seperti tuan putri dari kerajaan. Dia terbiasa hidup sendiri. Saat terpikir akan semalam, wajahnya mulai merah merona. Tidak bisa dipungkiri calon suaminya itu memiliki fitur wajah yang tampan dan disukai oleh gadis-gadis. Tubuhnya yang tinggi besar serta ototnya yang kuat begitu membuat orang terpesona. Dia mengingat kejadian semalam dan tidak bisa menyangkal, Charlotte Su sedikit menyukai pria itu. Akhirnya dia memutuskan untuk mencoba menerima keadaannya yang ada. Dia masih belum siap untuk mengatakan keadaannya pada kedua orang tuanya sekarang. Dia mencari alasan ingin tinggal lebih lama di Jakarta karena ingin mencari ingatannya yang pernah hilang. Moxes Lee yang selesai dari pekerjaannya pun masuk ke dalam kamar. Setelah masuk ke dalam kamar, ia melihat Charlotte Su yang terbaring diranjang dan berpura-pura tertidur. Dia yang seperti itu terlihat sangat menggemaskan dimata Moxes Lee. Kemudian Moxes Lee pergi mandi lalu setelahnya naik ke ranjang dan masuk ke dalam selimut. Dia tidur sambil memeluk dan mencium tengkuknya. Aroma khas Charlotte Su sungguh memabukkan dan tidak lama ia pun jatuh ke dalam mimpinya. Begitu juga dengan Charlotte Su. Setelah gugup beberapa saat diapun akhirnya terlelap.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD