Keesokan paginya, sebelum Moxes Lee berangkat ke kantor, ia mengingatkan Charlotte Su "jangan lupa hari ini jam 9 pagi bertemu di kantor catatan sipil. Sekarang aku harus menghadiri rapat mingguan di kantor. Jangan lupa untuk sarapan sebelum kamu pergi. Sopir akan mengantarmu kesana."
Charlotte Su menganggukkan kepalanya sambil berkata, "baiklah, aku akan kesana tepat waktu" Lalu Moxes Lee melihatnya sejenak dan mencium kening Charlotte Su sebelum beranjak pergi.
Charlotte Su masih tersipu malu karena belum terbiasa dengan hal ini. Dari kecil hingga dewasa dia belum pernah yang namanya pacaran. Hatinya sedikit berbunga-bunga mengingat perhatian kecil yang diberikan oleh Moxes Lee.
Charlotte Su tidak membuang waktu, segera bangun untuk mandi dan pergi untuk sarapan di ruang makan. Selesai sarapan, ia bersiap untuk pergi. Hari ini dia memakai gaun putih sebetis dan menggunakan riasan tipis. Terlihat lembut dan anggun, bagaikan peri yang turun dari langit.
Supir membukakan pintu untuknya masuk dan mengendarainya ke kantor pencatatan sipil. Dalam waktu singkat dia telah tiba di tempat tujuan dan segera turun dari mobil.
Tiba disana Moxes Lee sudah menunggunya di pintu masuk. Dia terpaku sejenak melihat penampilan Charlotte Su yang bagaikan peri. "Apakah sudah siap?" Moxes Lee yang terpesona olehnya merasakan jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya. Penampilannya sederhana namun tidak mengurangi kecantikannya. Wajahnya yang polos tanpa dosa membuat orang yang melihatnya ingin menjaga dan melindunginya.
"Em, sudah siap" Charlotte Su memperhatikan pria tampan dihadapannya ini. Pria yang akan segera menjadi suaminya ini, membuat Charlotte Su tanpa sadar terasa sedikit gugup. Namun dia tidak ingin menunjukkannya. Hanya tersenyum manis sambil mengaitkan tangannya di lengan Moxes Lee.
Setelah 1 jam menunggu, akhirnya mereka keluar dengan buku nikah di tangannya. Mereka telah resmi menjadi pasangan suami istri yang sah di mata hukum. Setelah mengatakan beberapa kata, Moxes Lee kembali ke kantor bersama asistennya.
Karena hari masih siang, Charlotte Su berencana pergi ke mall dekat sana. Dia berkeliling mall dan membeli beberapa pakaian. Hingga waktu menjelang sore, dia memutuskan untuk pulang. Namun saat berjalan tidak sengaja menabrak seorang pria.
Tas belanja Charlotte Su jatuh berserakan, pria itu membantunya merapihkan dan mengembalikan padanya. "Hei, apa itu kamu Charlotte Su?" Pria itu bertanya sambil menatap Charlotte Su dari atas ke bawah. Dia merasa Charlotte Su semakin cantik dan mempesona.
"Apa kamu mengenalku?" tanya Charlotte Su yang penasaran. Pria dihadapannya terlihat tampan, tapi tidak setampan suaminya. "Aku Reynold Wu teman kamu saat di sekolah menengah pertama, apa kamu tidak mengingatku?" Reynold Wu merasa sedikit kecewa dihatinya karena Charlotte Su sudah tidak mengingat dirinya.
"Sungguh maaf, tapi aku benar benar tidak ingat. Karena beberapa tahun yang lalu, kecelakaan yang aku alami mengakibatkan aku kehilangan ingatan." Charlotte Su menjawabnya dan merasa sedikit bersalah.
"Pantas saja aku tidak tau. Bolehkah aku tau nomor hp kamu? Reynold Wu mengeluarkan hp nya sambil bertanya pada Charlotte Su. Akhirnya Charlotte Su mengangguk setuju. Reynold Wu terlihat senang dan menyimpan nomornya. Charlotte Su berpamitan pada pria itu karena supir telah menunggunya di parkiran.
Ketika Charlotte Su tiba dirumah, sang kepala pelayan menyambutnya.
"Nyonya sudah kembali" sapa Simon dengan ramah. Charlotte Su menganggukkan kepala sambil tersenyum tipis. Helen juga sudah mempersiapkan kamar Tuan muda dan Nyonya muda mereka dengan berhiaskan kelopak bunga mawar diatas tempat tidur serta lilin aroma terapi didalamnya.
Saat ia masuk ke dalam kamar, wajahnya terlihat merona karena sudah tau apa yang akan terjadi malam ini. Akhirnya Charlotte Su memutuskan untuk segera mandi dan menunggu kepulangan Moxes Lee. Charlotte Su merasa sedikit lebih relax setelah berendam lama di dalam bak mandi. Ia mengenakan gaun tidur pink dengan kain sutra yang membalut tubuhnya..
Tidak lama setelah itu Moxes Lee pulang dan masuk ke dalam kamar. "Sudah pulang? Apa kau lelah?" Charlotte Su segera menghampiri suami yang baru dinikahinya pagi tadi. Sambil membantu melepaskan jas yang dikenakan Moxes Lee. Moxes Lee tidak menyangka Charlotte Su sudah mulai membuka diri padanya.
"Aku mandi dulu" Moxes Lee tersenyum hangat sambil mengelus lembut rambutnya, lalu berjalan ke kamar mandi. Dia mandi dengan cepat, lalu turun ke ruang makan untuk makan malam bersama dengan Charlotte Su.
Setelah mereka berdua selesai makan malam, mereka kembali ke kamar. Sesampainya di dalam kamar, Moxes Lee segera memeluk Charlotte Su sambil meletakkan dirinya ke tempat tidur. Dia mencium bibirnya dengan lembut, menggigit pelan bibirnya agar dia membuka mulutnya. Semakin lama mereka semakin terbuai dalam suasana panas itu. Malam panas itu berakhir hingga menjelang pagi.
Keesokan harinya, Charlotte Su bangun dan merasa sakit diseluruh tubuhnya. Dia terheran mengapa Moxes Lee malah terlihat sangat segar tidak seperti dirinya. "selamat pagi sayang" Moxes Lee menyapa sambil mengecup keningnya. "pagi juga" jawabnya sambil cemberut. Moxes Lee hanya tersenyum merasa dirinya terlihat imut.
"Mengapa kamu terlihat tidak senang?" tanya Moxes Lee yang berpura pura tidak tau. "Badanku semuanya terasa sakit karena ulahmu" jawab Charlotte Su sambil merajuk dan mencubit pelan pinggang Moxes Lee. Moxes Lee hanya terkikik kecil melihat tingkah menggemaskan Charlotte Su.