"Hari ini akhir pekan, aku ingin mengajakmu kesuatu tempat. Bersiaplah karena kita akan berangkat setelah sarapan." Moxes Lee mencubit pelan hidung mancung Charlotte Su. Charlotte Su yang penasaran pun segera bertanya. "Kemana kamu akan membawaku?"
Moxes Lee menatap Charlotte Su tersenyum hangat. "Kamu akan segera tau nanti." Setelah mengatakannya, mereka pun bersiap lalu pergi ke ruang makan bersama untuk sarapan.
Kemudian Moxes Lee mengendarai mobilnya bersama dengan Charlotte Su ke sebuah villa yang terletak di dekat pantai. Villa Mutiara adalah Villa pribadi milik Moxes Lee. Moxes Lee juga sudah menyewa sebuah kapal sebelumnya. Dia berencana untuk menikmati suasana di tengah laut bersama dengan Charlotte Su. 2 jam kemudian mereka tiba di tujuan mereka. Charlotte Su sangat bersemangat saat melihat pemandangan tepi pantai. Ia menghirup nafas dalam dalam "Sudah lama aku tidak pergi ke pantai."
"Apakah kamu senang?" ia menatap wajah Charlotte Su yang sedang menikmati udara di tepi pantai. "Ya aku sangat menyukai laut. Saat sedang bosan, aku biasanya akan pergi ke pantai dan menikmati indahnya pemandangan di tepi pantai."
Lalu mereka masuk ke villa Mutiara milik Moxes Lee untuk beristirahat sejenak. Segera pelayan menyambut kedatangan mereka. Setelah sejenak beristirahat, Moxes Lee mengajak Charlotte Su menaiki kapal yang disewanya.
Di atas kapal, Charlotte Su sangat menikmati pemandangan laut yang indah bersama dengan Moxes Lee. Disana juga Moxes Lee sudah menyiapkan makan malam romantis untuknya. Ia sangat terharu dengan apa yang dilakukan Moxes Lee padanya. Hatinya sedikit tergerak karena perhatian kecil darinya. Mulai dari memotongkan steik untuknya sampai mengambilkan sayur mayur diatas piringnya.
Namun saat menikmati makanannya, segelincir ingatan samar-samar sekilas terbayang. Perlakuan seorang anak lelaki yang sama persis dilakukannya. Seperti hal yang Moxes Lee lakukan saat ini. Charlotte Su memegangi kepalanya yang terasa sakit.
"Apakah kamu baik-baik saja?" Tanya Moxes Lee yang cemas melihat wajah Chatlotte Su yang sedikit pucat. "Aku tidak apa-apa. Hanya saja kepalaku sedikit sakit." Charlotte Su menjawab sambil memaksakan senyum di wajah pucatnya. Dia tidak ingin suaminya mengkhawatirkannya.
Setelah makan malam, Moxes Lee menemaninya ke ruang istirahat. Dia yang terlihat rapuh membuat hati Moxes Lee cemas. "Maaf membuatmu khawatir, karena aku, kita jadi tidak bisa menikmati pemandangan indah ini." Charlotte Su terlihat bersalah karena kondisinya yang seperti ini. "Jangan katakan itu, kita bisa menikmatinya di lain waktu." Jawab Moxes Lee dengan tatapan hangatnya. Akhirnya mereka pun kembali ke Villa Mutiara. Disana mereka menghabiskan malam mereka dengan kehangatan sebagai pasangan baru.
Keesokan harinya mereka pun bersiap untuk pulang ke Kota Jakarta. Karena banyak sekali hal yang tertunda, Moxes Lee harus segera kembali walaupun dia merasa sedikit enggan di hatinya. Dia menikmati harinya bersama dengan istrinya yang belum lama ia nikahi. Ia jarang memiliki waktu luang. Setiap harinya ia hanya sibuk untuk bekerja.
Hari-hari berjalan begitu tenang. Hingga pada suatu sore, Charlotte Su melihat Moxes Lee yang sedang berjalan dengan seorang wanita cantik menuju sebuah restoran Jepang. Wanita itu terlihat anggun dan mempesona. Ia memegang lengan Moxes Lee dengan begitu mesra sambil bersanda gurau bersama. Charlotte Su yang melihatnya dari kejauhan terlihat sangat sedih dan kecewa.
Lalu dia kembali dengan perasaan yang sedikit kecewa. Dia menahan diri untuk tidak emosi dan ingin meminta penjelasan dari Moxes Lee setibanya ia di rumah. Ketika Moxes Lee kembali ke rumah, Charlotte Su sudah menunggunya di ruang tamu. "Ada apa, kamu terlihat tidak begitu baik hari ini?" Charlotte Su memberanikan diri untuk bertanya padanya. "Tadi sore apakah kamu makan di restoran Jepang bersama seorang wanita?"
Moxes Lee tidak banyak berpikir dan menjawab ringan. "Benar, aku pergi makan dengan teman sekolahku saat berada di menengah atas. Aku menganggapnya seperti adik, tidak lebih." Moxes Lee bingung bagaimana Charlotte Su bisa tau tentang ini. "Apa kamu melihatku tadi?" Charlotte Su yang mendengarnya hanya menjawab "Oh benar, tadi aku janjian dengan Karina Song untuk bertemu dan tanpa sengaja melihatmu disana. Sungguh mesra ya sampai terlihat seperti seorang kekasih." Charlotte Su menjawabnya dengan sedikit rasa jengkel.
Akhirnya Moxes Lee paham mengapa Charlotte Su terlihat tidak senang hari ini. "Kamu cemburu?" Goda Moxes Lee. "Siapa yang cemburu, aku tidak cemburu" Kemudian Charlotte Su masuk ke kamar meninggalkan Moxes Lee sendirian disana. Charlotte Su mengabaikan Moxes Lee karena dia masih kesal dengan Moxes Lee.
Moxes Lee juga tidak marah, ia tidur sambil memeluk Charlotte Su. Wangi khas tubuh Charlotte Su seperti obat tidur untuknya. Ia yang biasanya sangat sulit untuk tidur. Sejak Charlotte Su bersamanya, semua itu menghilang begitu saja. Akhirnya mereka berdua tidur dengan lelap.
Keesokan harinya kebetulan akhir pekan. Moxes Lee mengajak Charlotte Su keluar. "Kemana kita?" Charlotte Su secara naluriah bertanya. "Aku ingin mengajakmu makan di restoran Korea. Aku sudah menyuruh orang untuk memesan tempat." Moxes Lee meresponnya dengan senyum.
Charlotte Su termenung sejenak, senyuman di wajahnya perlahan-lahan melebar. Dia tidak menduga pria ini akan mengajaknya kesini. Restoran Korea sebagai restoran terkenal di Ibukota, tidak mudah memesan tempat disini. Tidak lama kemudian, mereka pun tiba di restoran Korea. Moxes Lee dengan gentleman membukakan pintu mobil untuk Charlotte Su, merangkul tangannya turun dari mobil.
Boleh dikatakan bahwa restoran Korea bisa terkenal di Ibukota, tidak hanya makanannya, juga karena desainnya dan juga halaman bangunan. Berbau tradisional diluar dan modern didalam. Seperti melihat dua dunia yang berbeda.Charlotte Su tidak bisa tidak mengaguminya.