46. Putus Asa

2147 Words

Chapter 46 Sudah seminggu berlalu. Jeisya sudah keluar dari rumah sakit. Tapi kondisinya masih belum baik. Seolah belum cukup kehilangan calon bayinya, kini Rifki harus menghadapi kenyataan pahit lainnya. “Apa maksud Ibu?” tanya pria itu terkejut. Rifki shock saat Bu Ani memberitahunya bahwa Lila akan diadopsi oleh Shaneen dan Yasa. “Ibu nggak bisa begitu.” Rifki meremas rambutnya. “Gimana bisa Lila diadopsi sama mereka? Bukannya Ibu yang bilang kalau Lila nggak bisa diadopsi?” pria itu tampak begitu putus asa. Rifki benar-benar tidak siap dengan berita yang ia dengar ini. Lila adalah satu-satunya harapan Rifki sekarang untuk tetap bertahan. Bu Ani sebenarnya kasihan pada Rifki. Ia tahu bahwa Lila begitu berarti tak hanya bagi Shaneen saja, tapi bagi Rifki juga. Tapi Bu Ani juga ti

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD