Bab 17

1378 Words

Matahari sudah naik tinggi ketika suasana di depan kampus semakin ramai. Mahasiswa dan mahasiswi berlalu-lalang, sebagian menenteng buku, sebagian lagi sibuk dengan ponselnya. Namun dari semua keramaian itu, ada satu titik perhatian yang paling menyedot mata orang-orang: seorang lelaki dewasa yang berdiri dengan percaya diri di samping mobil Ferrari hitam metalik. Mark Haerson. Kemejanya terbuka dua kancing di bagian atas, memperlihatkan sedikit dadanya yang bidang. Rambutnya disisir rapi ke belakang, wajahnya tampak segar seakan tak terjamah lelah. Di tangan kirinya, sebuah kacamata hitam berayun-ayun, sementara tangan kanannya dimasukkan santai ke dalam saku celana. Senyumnya yang licin menebar pesona ke arah setiap mahasiswi yang lewat. Tak butuh waktu lama, sekelompok mahasiswi berhe

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD