Chapter 31

1744 Words

“Siapa kau? Kenapa duduk di sini?” tanya Zoya dengan kening mengerut. Sontak, Zico terkekeh kecil mendengar pertanyaan tersebut. “Dia Milan. Kalian masih ingat dia, ‘kan?” “Tentu,” ucap Navaya. “Milan? Pria Bercadar?” tanya Zoya yang membuat Milan mendengus kesal. “Menyebalkan,” ketus Milan. “Kenapa kau duduk di sini? Memangnya tidak ada meja kosong yang lain?” “Kalau kau tidak suka di sini, kenapa tidak kau saja yang pindah?” tukas Zoya. “Aku tidak bicara denganmu, Wanita Gila,” cibir Milan. “Pria Bercadar, menyebalkan,” dengus Zoya. “Sudah, sudah. Kalian baru bertemu, tapi sudah saling melemparkan batu,” sahut Navaya. “Dia yang menyebalkan. Aku tidak suka,” decak Zoya. “Kau pikir aku suka denganmu? Cih!” sinis Milan. “Melihat interaksi kalian berdua, aku semakin yakin kalau ka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD