Chapter 30

1617 Words

Navaya keluar dari mobil lalu bergegas beranjak menuju sebuah cafe yang siang ini cukup ramai akan pengunjung. Suara lonceng pun berbunyi ketika ia membuka pintu. Saat Navaya hendak mencari meja kosong untuk ia tempati, matanya menangkap seorang wanita berambut panjang mengangkat tangan ke arahnya. Navaya pun mengulas senyum kemudian bergegas menghampiri sang sahabat. “Kau datang lebih dulu,” ujar Navaya sembari duduk di seberang Zoya. “Hari ini aku tidak ada kegiatan, jadi aku putuskan untuk datang lebih cepat,” ungkap Zoya. “Lagi pula, aku ingin tahu rasanya datang lebih dulu.” “Lalu, bagaimana rasanya?” tanya Navaya. “Membosankan,” jawab Zoya yang mengundang kekehan Navaya. Beberapa saat kemudian, seorang pelayan datang mengantar minuman untuk Navaya. Segelas Vanilla Latte. “Tida

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD