Chapter 18

1333 Words

Navaya menoleh ketika mendengar namanya dipanggil. Ia lantas mengerutkan kening ketika melihat pria yang memanggil namanya. Tatapan matanya seolah mengisyaratkan kalau ia tak mengenal pria itu. “Ternyata benar. Tadinya aku ragu kalau aku salah mengenali orang,” ucap pria tersebut. “Aku Zico, teman Azka. Kita pernah bertemu di pernikahan kalian.” “Pria yang membawa cincin pernikahanmu,” bisik Zoya yang akhirnya berhasil mengingatkan Navaya pada Zico. “Ah. Maaf. Ingatanku sedikit buruk. Jadi, aku tidak langsung mengenalimu,” ujar Navaya. “Tidak apa-apa,” ucap Zico mengulas senyum. Seketika, Zoya yang melihat menjadi terpesona akan senyum pria itu. “Omong-omong, apa yang kalian lakukan di sini?” “Kami mau pergi me-” “Tidak ada. Kami hanya hangout seperti biasa,” sela Zoya yang membuat N

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD