84. Sebuah Titik Terang

1138 Words

Noah memasuki halaman mansion dengan berlarin secepat mungkin hingga tiba di dalam mansion. Anak itu mengatur napasnya yang tersengal-sengal. Matanya menatap ke sekitar yang sepi. Tanpa babibu lagi, Noah kembali berlari menuju lantai atas, tujuannya adalah kamar kedua orangtuanya. Cklek! "Papa!" Aidan yang baru saja selesai mandi dan keluar dari kamar mandi pun terlonjak kaget. Dia menatap Noah dengan mata yang melotot. "Kamu kenapa?" Huh... huh... huh... Noah masih mengatur napasnya, tanpa permisi anak itu langsung merebahkan diri di kasur Papa dan Mama-nya. "Aku ketemu Mama, Papa," ujar Noah setelah napasnya berangsur normal. Anak itu merubah posisinya menjadi duduk dan menatap Aidan. "Huh? Maksud kamu?" "Tadi ada paman Kelvin, dia bilang Mama ada di hutan," balas Noah cepat. Te

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD