Sinar matahari perlahan memasuki kamar melalui celah tirai yang tak tertutup rapat, sinar tersebut membuat tidur Liana terganggu. "Ngh ..." Perlahan kedua kelopak mata Liana terbuka dengan lebar, kedua matanya mengerjap beberapa kali lalu mengubah posisi tidurnya menjadi duduk. Seluruh nyawa Liana telah terkumpul sepenuhnya, kesadarannya pun kembali. Dengan panik Liana menatap sekitar, sekarang dia berada di kamar yang sangat asing, seingatkan kemarin ia bertemu dengan seorang wanita di toilet dan setelah itu ia tidak mengingat apapun lagi. Kepala Liana menoleh ke samping, menatap ke arah jendela yang tirainya sedikit terbuka. Langit sudah telihat cerah. Perlahan Liana bangkit dan berjalan menuju jendela. Tidak ada jam di kamar asing ini, dan ia tidak tahu sudah pukul berapa sekarang.

