Wilujeng "Kenapa nggak nginep di rumah aja sih?" Kai bertanya setelah melesakkan bokongnya di atas ranjang. Tepat jam satu siang kami sudah tiba di Jakarta. Tetapi aku memutuskan memilih untuk menginap di hotel. Bukan apa-apa, sesuai pesan Ibu rasanya kurang pantas jika anak gadis--walaupun aku sudah bukan gadis lagi--menginap di tempat lelaki yang hanya memiliki hubungan pacar. Aku menurut saja. Dan pertanyaan Kai barusan entah sudah berapa kali diulanginya membuatku sedikit kesal padanya. "Udah sih, lagian kalau lo mau nyamperin deket juga hotelnya dari rumah lo." Hendra menimpali setelah kembali dari kamar mandi. Kami memang sengaja mem-booking satu kamar, dengan dua ranjang. Agar lebih mudah saling ngebangunin, mengingat kami berdua doyan tidur. Kai berdecak, wajahnya sepertinya

