Cieee updatenya cepet ____ Wilujeng "Saya ingin menikahi Wilujeng, Pi. Segera." Wanita mana yang tidak tersanjung mendengar ucapan serius dari sang pacar di depan keluarganya. Senyum malu-malu tak bisa kututupi lagi, tetapi juga berdebar menunggu tanggapan dari Papi Kaivan yang sudah beberapa lama terdiam. "Kalau Papi berpikir saya akan merepotkan untuk biaya pernikahan kami nanti. Papi jangan khawatir, walaupun nggak seberapa banyak, saya punya tabungan." Papi Kai masih terdiam dengan wajah tak seramah sebelumnya. Lalu tiba-tiba beliau berdiri, "kita bicarakan hal ini lain waktu." Lantas beliau menatapku, "Wilujeng, selesaikan makanmu. Saya permisi." Setelahnya Papi Kai meninggalkan meja makan. Melihat kepergian Papi Kai begitu, tentulah membuatku merasa kecil hati. Salahkah jika

