Extra Part 1

956 Words

Wilujeng Ibu terlihat terkejut saat membuka pintu, mendapatiku dan Hendra sudah tiba di rumah minggu dini hari. "Loh, kok sudah sampai?" tanyanya heran. "Katanya senin pagi baru berangkat." Ibu mengambil alih tas yang kubawa. Kutatap wajah menua Ibu. Rasanya inginku menangis saat ini saja. Mengadu pada wanita yang mengandungku selama sembilan bulan ini, tentang kecewa yang sedang kurasakan. Mataku tak terasa mengembun, tapi masih bisa kucegah untuk tidak menangis. Akan terlalu menjadi kejutan jika kukatakan sekarang mengenai kejadian di rumah orang tua Kaivan beberapa jam yang lalu. Setidaknya, meski menyakitkan, aku harus mendengar penjelasan Kaivan. Sembari hatiku belajar menerima kepergiannya yang harus menikahi perempuan lain. "Nduk." Ibu membuyarkan lamunan singkatku. Aku berusah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD