Wilujeng Manusia hanya bisa berencana, karena tetap tangan Tuhanlah yang menentukan bagaimana akhir dari sebuah kisah cinta seseorang. Akankah berakhir di pelaminan, sebatas pacaran lantas putus atau yang lebih menyakitkan berakhir dengan perceraian karena salah satu pihak menemukan cinta yang baru. Kedatanganku ke Jakarta, dengan niatan agar bisa lebih mengenal keluarga Kaivan, justru berubah mengenaskan. Atau apalah kata yang tepat untuk menggambarkan apa yang sudah terjadi di kediaman orang tua Kaivan. Minggu siang Kai menjemputku, sesuai janjinya. Meski dia berjanji akan menjemputku pagi-pagi, dan dia justru datang siang, aku tidak marah. Aku tersenyum menyambutnya, lelaki muda yang sudah memberi warna di hidupku. Setidaknya sebelum realita itu terungkap. Keluarga Kaivan-kecuali Pa

