Bab 4

1005 Words
Kaisar yang sudah tiba sejak tadi terus menatap mobil milik Aura. Tatapannya tajam, dia mengenali wajah itu. Tapi kali ini Kaisar semakin penasaran dengan Aura. Saat dia bertemu di kediaman Meisya, Aura berpenampilan lembut tapi Kaisar tahu tatapan mata Aura berbeda. Dan dugaannya benar, Aura bukan wanita biasa. Reynald yang sejak tadi memperhatikan Kaisar mengikuti arah mata Kaisar. "Aura Radeeya, belum pernah kalah di arena balap. Dia cewek satu satunya disini, dan hanya beberapa orang yang tahu siapa dia sebenernya." jelas Reynald. "Dia bungsu Robinson!" Byur..... Uhuk.... Reynald tersedak cola yang sedang di minumnya. Lalu menatap Kaisar penuh tanda tanya. Bagiamana bisa? Kenapa tak ada yang tahu? Itu yang ada pada benak Reynald saat ini. "Selidiki dia, aku mau info itu besok!" Reynald menatap Kaisar memastikan apa yang dia dengar barusan benar. "Kamu tertarik sama dia?" tanya Reynald lagi. "Menurut mu?" Reynald mengangguk, dia lalu mengikuti Kaisar melihat Aura dan Jasmine yang masih mengobrol. Benar benar diluar dugaan Reynald jika sahabat sekaligus bosnya itu tiba tiba tertarik pada Aura. Tapi Reynald sangat paham, banyak orang ingin mendekati Aura tapi tak ada satupun yang bisa. Hanya Jasmine selama ini yang berada disisi Aura. Aura bukan tak tahu jika Kaisar terus menatapnya dari tempatnya. Senyum samar terbit, lalu dia keluar dari dalam mobilnya. Matanya beralih pada Kaisar, membalas tatapan Kaisar santai. Tapi berbeda dengan Kaisar yang tiba tiba menggeram marah. Melihat pakaian yang dikenakan Aura tiba tiba membuat darahnya mendidih. Ada rasa tak rela di hatinya. Reynald yang melihat perubahan wajah Kaisar bingung, tapi kemudian dia mengangguk kecil. Lalu ide jahil muncul di otak Reynald untuk menggoda Kaisar. "Sexy banget, tapi baru kali ini sih dia mau turun dari dalam mobil." Kaisar yang sudah tak bisa menahan diri, melangkah pergi. Dia berjalan ke arah Aura dengan tatapannya yang masih terfokus pada gadis di depannya yang sejak bertemu tadi membuatnya tak fokus dengan hal yang lain. Reynald panik, dia menyusul Kaisar. "Wow, ketemu siapa disini?" Mata Jasmine membola karena tiba tiba Kaisar menghampiri Aura. Dia kira info yang dia dengar tadi hanya gosip semata. Aura tersenyum, lalu berdiri lebih tegak di hadapan Kaisar. Dengan tinggi yang hampir sama, membuat mata mereka bisa menatap satu sama lain. Reynald dan Jasmine saling lirik penasaran. Tangan Aura terangkat menyentuh pundak Kaisar. Reynald yang melihat itu panik karena Kaisar tak pernah mau di sentuh dengan orang yang belum dia kenal. "Kenapa? Aku nggak boleh kesini?" tanya Aura dengan suara lembut. Terkesan menggoda, bahkan wajahnya sudah dekat dengan Kaisar. Reynald semakin panik, sedangkan Jasmine tersenyum tipis. Dia sudah tahu apa yang Aura inginkan saat dia kembali kesini. Reynald kembali syok saat Kaisar malah menarik pinggang Aura agar mereka lebih dekat lagi. "Hanya terkejut, seorang gadis lemah lembut ternyata bisa turun ke arena balap. Apa yang akan dilakukan tuan Robert jika tahu anak bungsunya ada disini?" bisik Kaisar di dekat telinga Aura. Aura tersenyum lebih menggoda saat Kaisar menjauhkan wajahnya untuk melihat wajah Aura yang berubah ubah ekspresi. "Pastikan jika tua bangka itu tak tahu, tuan muda Kaisar!" Reynald menahan napasnya melihat interaksi Kaisar dan Aura. "Apa yang aku dapat, jika aku mau tutup mulut?" pancing Kaisar. Aura tersenyum, dia menarik kerah Kaisar dan membuat wajah Kaisar berada di depan wajah Aura persis. Bahkan hidung mereka nyaris bersentuhan. "Apapun yang kamu mau dariku!" jawab Aura lirih. Tapi mata mereka saling menatap intens. Kaisar menyeringai, wajahnya semakin dekat ingin mencium bibir Aura yang tiba tiba menggodanya. Tapi Aura tiba tiba mendorong pelan d**a Kaisar lalu berbalik masuk ke dalam mobilnya. Kaisar yang merasa di permainkan menggeram marah tapi dia tak bisa melakukan apapun saat ini. Aura melambaikan tangannya lalu membawa mobilnya untuk bersiap balapan. Sementara Kaisar menggeram marah karena merasa di permainkan. Jasmine yang melihat Aura berhasil menarik Kaisar meninggalkan tempat itu untuk memantau Aura. Reynald yang masih syok pun berdiri seperti patung. Kaisar berbalik pergi menuju mobilnya lalu bersiap dengan perasaan kesal. Baru kali ini ada cewek yang menolaknya. "Itu tadi Kaisar?" gumam Reynald bingung. Kaisar berada disebelah Aura, terlihat jelas jika Kaisar terus memperhatikan Aura. Balapan dimulai, Kaisar yang memang belum pernah satu arena Aura sempat terkejut dengan kemampuan Aura. Mereka saling mendahului satu sama lain dan tak mau kalah. Tapi saat berada dalam putaran terakhir, Aura menyeringai. Dia mendahului Kaisar untuk sampai di garis finish. Jasmine bersorak senang karena malam ini taruhan begitu tinggi karena Kaisar turun arena. Reynald yang tak menyangka jika Kaisar kalah dengan Aura segera mendekati Kaisar yang berwajah datar sejak tadi. "Nggak sengaja ngalah kan?" tanya Reynald bingung. Kaisar menggeleng, tapi matanya terus menatap ke arah Aura yang sedang mengobrol dengan Jasmine. Kaisar sendiri mengakui jika Aura jago membawa mobilnya. # "Jasmine, sebagian transfer ke tempat biasa. Aku harus pergi!" Jasmine mengangguk, dia tak ingin menghalangi Aura untuk pergi meskipun banyak yang mengajaknya untuk merayakan kemenangannya. Kaisar yang melihat kepergian Aura segera masuk ke dalam mobilnya menyusul Aura. "Loh, mau kemana?" teriak Reynald. Tapi Kaisar tak menjawab. Fokusnya pada Aura, saking penasarannya Kaisar dengan Aura dia memilih mengikuti gadis itu pergi. Aura fokus ke jalanan yang dia lewati. Sampai pada di sebuah persimpangan, tiba tiba beberapa motor menghalangi mobil Aura dan juga dua buah mobil. Ckit.... Duk..... Kening Aura membentur kemudi mobilnya. "Aw....." ringis Aura. Aura menggeram marah karena ada yang menghalangi jalannya. Di depannya ada beberapa motor dan juga orang orang yang keluar dari dalam mobil. Kaisar yang berhenti tak jauh dari Aura membelalakkan matanya. "Siapa mereka? Gadis itu punya musuh?" Saat Kaisar ingin mendekat, tiba tiba Aura keluar dari dalam mobil membawa sebuah besi panjang yang selalu ada dalam mobilnya. Aura yang keluar dari dalam mobil menatap semua orang itu dengan dingin. "Siapa kalian?" tanya Aura datar. Orang orang yang menghalangi Aura saling pandang. "Nggak perlu tahu siapa kami, lebih baik kamu menurut agar pekerjaan kami lebih ringan!" Aura menyeringai, dia sudah tahu siapa yang melakukan segala cara untuk menghabisinya. "Ah, wanita jalang itu. Berapa uang yang di berikan pada kalian? Aku akan menagihnya nanti!" ucap Aura santai. Para preman itu saling pandang, mereka geram karena Aura terkesan meremehkan mereka. "Mau menyerangku duluan?" to be continued
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD