Wanda menggigit bibir bagian dalamnya untuk mengurangi kecemasan yang ia rasakan kini. Matanya tak sedetikpun lepas dari tiga buah testpack yang berjajar rapi di tangannya. Detik hingga detik berlalu. Perlahan, satu per satu garis muncul secara perlahan di sana. Wanda menahan napasnya untuk beberapa saat. Satu dari testpack itu menunjukkan dua garis yang sangat jelas. Sementara dua yang lain tampak sedikit samar. "Artinya kemungkinan besar aku hamil dong?" gumam Wanda. Wanita itu mondar-mandir tidak jelas di dalam kamar mandi, hingga sebuah suara mengintrupsinya. "Wan, are you oke? Udah belum?" Itu suara Davin. Membuat Wanda semakin memejamkan erat matanya. Ia tak tahu harus bereaksi seperti apa di depan Davin nanti. Wanda menunduk. Menatap perut datarnya yang sama sekali belum men

