55 - Akhir

1449 Words

Sejak subuh tadi, Wanda mendengar suara pintu kamarnya diketuk. Tapi ia sudah tahu siapa pelakunya. Sehingga ia tidak menggubrisnya. Kini, waktu sudah menunjukkan pukul setengah tujuh. Sudah saatnya ia untuk sarapan. Wanda pun segera keluar dari kamarnya. Dan seketika, tatapannya bertemu dengan mata cokelat Davin. Seperti sebelumnya, Davin langsung mendorong Wanda ke dalam dan menutup pintunya. Davin menatap tajam ke arah Wanda, dan wanita itu hanya bisa menutupi ketakutannya dengan mengalihkan pandangannya ke arah lain. "Jangan kekanakan, Wanda!" ucap Davin to the point. "Kekanakan apanya? Memang aku berbuat apa? Aku hanya berbuat apa yang memang seharusnya aku lakukan, kan?" balas Wanda yang tidak terima disalahkan. "Harus dilakukan apa? Semalaman kamu mengunci diri di kamar dan tak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD